Belajar Tipe Data | CEMPAKA: Belajar Tipe Data

Tuesday, 13 January 2015

Belajar Tipe Data

Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi
setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya.
Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.

No

Tipe Data

Ukuran

Range (Jangkauan)

Format

Keterangan

1

char

1 byte

128 s/d 127

%c

Karakter/string

2

int

2 byte

32768 s/d 32767

%i , %d

Integer/bilangan bulat

3

float

4 byte

3.4E-38 s/d 3.4E+38

%f

Float/pecahan

4

double

8 byte

1.7E-308 s/d 1.7+308

%lf

Pecahan presisi ganda

5

void

0 byte

-

-

Tidak bertipe
Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :
Jenis-jenis tipe data : 
- Tipe data Integer
Tipe data bilangan bulat decimal yang dapat menampung angka antara -2147483648 dan 2147483647. Tipe data ini berukuran 32 bits atau 4 bytes.
- Tipe data Character
Tipe data yang hampir mirip dengan tipe data integer tetapi hanya cukup untuk menampung 1 karakter ASCII. Karena tipe data character hanya memiliki ukuran 1 byte, tipe data ini sangat sering digunakan untuk menyimpan tipe data karakter sesuai dengan namanya. Tipe data ini dikatakan ideal untuk menampung data karakter karena ukuran 1 byte cukup besar untuk menyediakan 1 slot untuk tiap karakter ASCII. Saat compile, semua tipe data karakter akan diubah ke bentuk integer kode ASCIInya.
- Tipe data Float
Float merupakan kependekan dari floating point. Tipe data ini dapat menampung bilangan real tetapi kurang presisi karena hanya dapat menyimpan single precision floating point numbers.
- Tipe data Double
Tipe data double sangat mirip dengan tipe data float tetapi tipe data double dapat menyimpan double precision floating point numbers. Biasanya memiliki ukuran 8 bytes.
- Tipe data Void
Tipe data yang tidak bertipe.
Variable 
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai suatu
variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri
oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :
1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf.
2. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara Metal, dengan metal itu berbeda.
3. Tidak boleh mengandung spasi.
4. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore), seperti : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, dsb.
5. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.

Contoh penamaan yang salah : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah : nilai_mahasiswa, 80%mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb.
Deklarasi Variable
Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program.
Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.
Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah :
Nama_tipe nama_variabel;
Contoh :
int x;
char y, huruf, nim[10];
float nilai;
double beta;
int array[5][4]; 
Merupakan paradigma pemrograman yang pertama kali diperkenalkan oleh Information & Systems Institute, Inc. pada the National Symposium on Modular Programming pada 1968. Salah satu tokoh modular programming adalah Larry Constantine . Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil .
Keuntungan:

. Program lebih pendek

. Mudah dibaca dan dimengerti

. Mudah didokumentasi

. Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
. Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal”
Modular programming pada C

Bahasa C sangat mendukung modular programming . Sejak awal bahasa C sudah membagi program-programnya menjadi modul-modul (bagian-bagian). Modul pada bahasa C dikenal dengan nama fungsi (function). Bahasa C terdiri dari fungsi-fungsi, baik yang langsung dideklarasikan dalam program ataupun dipisah di dalam header file. Fungsi yang selalu ada pada program C adalah fungsi main
Function

Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/perintah/program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program yang menggunakan fungsi tersebut, memiliki nama tertentu yang unik, dan digunakan untuk mengerjakan suatu tujuan tertentu. Dalam bahasa pemrograman lain fungsi dapat disebut sebagai subrutin (basic, VB) atau procedure (pascal, Delphi)
Keuntungan Fungsi

1. Dapat melakukan pendekatan top-down dan divide-and-conquer:

2. Top-down: penelusuran program mudah

3. Divide-and-conquer: program besar dapat dipisah menjadi program-program kecil.

4. Kode program menjadi lebih pendek, mudah dibaca, dan mudah dipahami
5. Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah.
6. Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
7. Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan
8. Fungsi – fungsi menjadikan program mempunyai struktur yang jelas.
9. Dengan memisahkan langkah – langkah detail ke satu atau lebih fungsi – fungsi, maka fungsi utama (main) akan menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti.
10. Fungsi -fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang. Langkah – langkah tersebut dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, tidak cukup memanggil fungsi tersebut.
11. Mempermudah dokumentasi.
12. Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain
Sifat-sifat fungsi

1. Nilai fan-in tinggi, artinya semakin sering suatu modul dipanggil oleh pengguna semakin tinggi nilai fan-in

2. Nilai Fan-out rendah, artinya semakin spesifik fungsi suatu modul akan semakin rendah nilai fan-out

3. Memiliki Self-contained tinggi: artinya kemampuan untuk memenuhi kebutuhannnya sendiri
Kategori fungsi dalam C

Standard Library Function . Yaitu fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh C dalam file-file header atau librarynya. Misalnya: clrscr(), printf(), getch(). Untuk function ini kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu library yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan preprosesor direktif. Misalnya: #include
Programmer-Defined Function . Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri.

Function ini memiliki nama tertentu yang unik dalam program, letaknya terpisah dari program utama,dan bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu sendiri yang kemudian juga di-include-kan jika ingin menggunakannya.
Perancangan Fungsi

Dalam membuat fungsi, perlu diperhatikan:

1. Data yang diperlukan sebagai inputan

2. Informasi apa yang harus diberikan oleh fungsi yang dibuat ke pemanggilnya

3. Algoritma apa yang harus digunakan untuk mengolah data menjadi informasi
Struktur Fungsi

Deklarasi function (function prototype/ declaration)Terdiri dari:

1. Judul fungsi

2. Tipe data yang akan dikembalikan/void

3. Tidak ada kode implementasi function tersebut Bentuk umum: tipe_data|void nama_fungsi([arguman 1, argument 2,....]);
Deklarasi fungsi

Deklarasi fungsi diakhiri dengan titik koma . Tipe_data dapat berupa segala tipe data yang dikenal C ataupun tipe data buatan, namun tipe data dapat juga tidak ada dan digantikan dengan void yang berarti fungsi tersebut tidak mengembalikan nilai apapun. Nama fungsi adalah nama yang unik. Argumen dapat ada atau tidak (opsional) yang digunakan untuk menerima argumen/parameter. Antar argumen-argumen dipisahkan dengan menggunakan tanda koma. Suatu fungsi perlu dideklarasikan sebelum digunakan. Untuk alasan dokumentasi program yang baik, sebaiknya semua fungsi yang digunakan dideklarasikan terlebih dahulu Deklarasi fungsi ditulis sebelum fungsi tersebut digunakan
Struktur Fungsi

1. Tubuh Function/Definisi Function (FunctionDefinition)Terdiri dari:

2. function prototype yang disertai dengan kode implementasi dari function yang berisikan statemen/instruksi yang akan melakukan tugas sesuai dengan tujuan dibuatnya fungsi tersebut.
Bentuk Umum Definisi Fungsi

Tubuh fungsi dapat berisi segala perintah yang dikenal oleh C, pada dasarnya tubuh fungsi sama dengan membuat program seperti biasa. Return bersifat opsional, adalah keyword pengembalian nilai dari fungsi ke luar fungsi, return wajib jika fungsi tersebut mengembalikan nilai berupa tipe data tertentu, sedangkan return tidak wajib jika fungsi tersebut bersifat void.
Kapan menggunakan Deklarasi dan Definisi Fungsi?

Karena prinsip kerja program C sekuensial, maka. Jika bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan. Akan tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak nsetelah definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan.
Jenis fungsi dalam C
Fungsi Void

Fungsi yang void sering disebut juga prosedur . Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.

Ciri:

1. Tidak adanya keyword return.

2. tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
3. menggunakan keyword void.
4. Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya
5. Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
Fungsi non-void

Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .

Ciri:

1. ada keyword return

2. ada tipe data yang mengawali fungsi
3. tidak ada keyword void
4. Memiliki nilai kembalian . Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya.
Keyword void

Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun. Contoh fungsi Faktorial
The main Function

. function main() dibutuhkan agar program C dapat dieksekusi!

. Tanpa function main, program C dapat dicompile tapi tidak dapat dieksekusi (harus

dengan flag parameter -c, jika di UNIX) . Pada saat program C dijalankan, makacompiler C pertama kali akan mencari function main() dan melaksanakan instruksi-instruksi yang ada di sana. Function main, sering dideklarasikan dalam 2 bentuk:
. int main()
. void main()
int main()

Berarti di dalam function main tersebut harus terdapat keyword return di bagian akhir fungsi dan mengembalikan nilai bertipe data int. Mengapa hasil return harus bertipe int juga? karena tipe data yang mendahului fungsi main() diatas dideklarasikan int. Tujuan nilai kembalian berupa integer adalahuntuk mengetahui status eksekusi program. jika “terminated successfully” (EXIT_SUCCESS) maka, akan dikembalikan status 0, sedangkan jika “terminated unsuccessfully” (EXIT_FAILURE) akan dikembalikan nilai status tidak 0, biasanya bernilai 1. Biasanya dipakai di lingkungan UNIX void main(). Berarti berupa function yang void sehingga tidak mengembalikan nilai status program sehingga nilai status program tidak bisa diketahui. Biasanya dipakai pada program C di lingkungan Windows Bentuk pemanggilan fungsi di C. Pada dasarnya fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya sendiri (rekursif)
1. Which is not a proper prototype?
A. int funct(char x, char y);
B. double funct(char x)
C. void funct();
D. char x();
2. What is the return type of the function with prototype: “int func(char x, float v, double t);”
A. char
B. int
C. float
D. double
3. Which of the following is a valid function call (assuming the function exists)?
A. funct;
B. funct x, y;
C. funct();
D. int funct();
4. Which of the following is a complete function?
A. int funct();
B. int funct(int x) {return x=x+1;}
C. void funct(int) {printf( “Hello” );
D. void funct(x) {printf( “Hello” ); }
Latihan

. Buatlah fungsi untuk menampilkan tulisan “Algoritma dan Pemrograman” sebanyak 30 kali!

. Ubahlah menjadi sebanyak n kali!

. Buatlah fungsi untuk menjumlahkan dua buah bilangan

. Tambahkanlah: mengurangi, membagi, mengkali dua buah bilangan
. Buatlah fungsi untuk menentukan bilangan terkecil dari 3 buah bilangan yang diinputkan
. Buatlah fungsi untuk mengubah nilai ke huruf (A, B, C, D, danE)
. Buatlah fungsi untuk mengubah nilai huruf ke bobotnya
. Buatlah fungsi untuk mengubah bilangan pecahan ke bilangan bulat!
. Buatlah fungsi untuk menjumlahkan deret: 1+3+5+7+… +n
. Buatlah fungsi untuk mengetahui kuadran suatu koordinat!
. Buatlah fungsi untuk menyederhanakan b/c menjadi Ab/c

Pengertian, Bentuk Umum, Contoh Progtam Array di Qbasic - Tidak jauh jauh dari hari sebelumnya yang saya share masih mengenai Qbasic, karena materi saya juga qbasic biar pada tau akan saya share beberapa option sesuai dengan judulnya.



Pengertian Array Pada QBasic

Array adalah sekumpulan data yang menggunakan nama variabel yang sama. Tiap-tiap nilai dari array disebut sebagai elemen dan memiliki index. Setiap elemen array adalah sebuah variabel juga.


Bentuk Umum Array Pada QBasic

  • Array berdimensi satu
    array satu dimensi adalah kumpulan elemen yang tersusun dalam suatu baris.  Bentuk umum : DIM NamaBarang$(50)
    DIM NamaBarang(50) AS STRING
    DIM Penyanyi(20) AS STRING * 25
  • Array berdimensi dua
    Array dua dimensi adalah array yang dapat membantu dalam pemrograman apabila array satu dimensi tidak mencukupi dalam menghasilakan suatu solusi.array dua dimensi sebenarnya adalah array yang berisi array.
  • Array dimensi banyak
    Sebuah array dimensi banyak atau multi-dimensional array didefinisikan sebagai sebuah array yang elemennya berupa array pula. Misal array B mempunyai M elemen berupa array pula, yang terdiri dari N elemen.

Contoh Program Array Pada QBasic
CLS
DIM a AS INTEGER
LOCATE 5, 23
PRINT "Menu"
LOCATE 6, 20
PRINT "1.Biodata"
LOCATE 7, 20
PRINT "2.Luas Segitiga"
LOCATE 8,20
PRINT "3.Deret"
LOCATE 9,20
PRINT "4.EXIT"
LOCATE 10, 20
INPUT "Mau Pilih Yang Mana?", a
SELECT CASE a
CASE 1
DIM Nama AS STRING, Kelas AS STRING, NPM AS INTEGER
INPUT "Nama =", Nama
INPUT "Kelas =", Kelas
INPUT "NPM =", NPM
PRINT
COLOR 1
PRINT "Nama ="; Nama
PRINT "Kelas ="; Kelas
PRINT "NPM ="; NPM
CASE 2
DIM alas, tinggi AS SINGLE
INPUT "Alas =", a
INPUT "Tinggi =", t
LET L = a * t / 2
COLOR 9
PRINT "Luas Segitiga = a * t / 2 =";L
CASE 3
DIM u AS INTEGER
PRINT
INPUT "Masukan Nilai u=", u
PRINT
FOR x = 1 TO u
FOR y = 1 TO x
COLOR 5
PRINT y:
NEXT y
PRINT
NEXT x
CASE 4
GOTO 500
END SELECT
500 END


Sekian pembahasan mengenai tipe data. Semoga bisa berguna dan bermanfaat. Berilah komentar jika ada yang ditannyakan.


Semoga artikel Belajar Tipe Data bermanfaat bagi Anda. Jika kamu suka dengan artikel Belajar Tipe Data ini, like dan bagikan ketemanmu.

Post a Comment

CEMPAKA - All Right Reserved.Powered By Blogger
My Link by Creating Website Edit by : Cempakateknikinfo Blogspot